Archive for Juni 18, 2009

Otoritas yang Menghasilkan Sejahtera (Efesus 1:1-2)

Sebagian besar Alkitab Perjanjian Baru adalah surat-surat kiriman dari para rasul. Salah satunya adalah surat rasul Paulus kepada orang Kristen (orang kudus ) di Efesus. Mengapa surat ini penting? Mengapa kita perlu membacanya dan menjadikannya sesuatu yang sama berotoritas seperti kitab Injil bagi kemuridan kita?

Paulus , penulis surat ini adalah seorang rasul. Para murid Yesus disebut rasul karena mereka dipilih untuk menjadi saksi mata hidup, karya dan pengajaran Yesus. Paulus yang bukan murid Yesus menerima panggilan langsung untuk menyaksikan Yesus kepada orang bukan Yahudi. Rasul, kira-kira sama seperti nabi dalam Perjanjian Lama. Keduanya dipilih Allah untuk menyampaikan firman-Nya. Karena pilihan dan tugas Ilahi ini, ucapan atau tulisan mereka memiliki otoritas. Kita patut mendengar apa yang mereka sampaikan, sebab itu adalah hal yang berasal dari Allah sendiri.

Kita cenderung mencurigai atau bersikap negatif terhadap otoritas. Kita berpikir bahwa otoritas memberatkan, membelenggu dan memperbudak. Memang begitu bila pihak otoritas menyalahgunakan otoritas. Namun otoritas firman Allah adalah otoritas Allah sendiri. Kedaulatan Allah tidak memberatkan tetapi memberikan keringanan. Otoritas Allah melalui para rasul tidak membelenggu, tetapi justru memberikan kelegaan dan kebebasan. Bila disambut, diimani dan dituruti, firman pasti menghasilkan kehidupan yang penuh arti. Tulisan Paulus ditujukan kepada para orang kudus disertai salam anugerah dan sejahtera. Otoritas firman Allah tidak bertentangan tetapi serasi dengan anugerah dan sejahtera ilahi!

Syukur kepada Allah bahwa melalui tulisan para rasul kita makin kenal Yesus dan karya-Nya, serta makin mengalaminya.

 

”Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”  .II Timotius 3:16

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.